SERAT-SERAT SAWU
 
Pesawat berbaling-baling bising mendaratkan di Labuan Bajo, selanjutnya meniti jalan panjang mengocok perut. "Kakak sopir, kenapa pelan sekali?" saat mobil meniti jalan sempit. "Ei adik. Ti lihat kah itu jurang di samping? Ih, kalau mobil ini jatuh, 15 kali lagu Indonesia Raya belum sampai kita di dasarnya". "Jurang apa itu, kok dalam sekali dasarnya?. "Ti ada dasarnya adik!, Langsung sampai neraka sudah!.
 
Dari Mei hingga agustus raksasa-raksasa melewati kampung, salah satunya seguni (paus pembunuh) ini berada di puncak rantai makanan. mereka juga memburu Paus sperma, Manta, Lumba-lumba, dan Hiu macan. aturan perlindungan dari LSM tidak berlaku disini. berburu adalah kebutuhan hidup, juga bagian dari tradisi.
 
Lamalera, hanyalah sebuah desa tempat orang menggantungkan hidup pada gelombang menyambung hidup pada asinnya lautan. Orang lamalera jarang yang meninggal karna sakit. Kalau tidak mati di terjang paus dan pari berarti ia mati karena berolok-olok-- begitu lelucon setempat mengolok-olok kematian.
 
Di musim berburu, hari-hari di lewati dengan siaga. warga senantiasa melewati selat yang menyerong di hadapan kampung mereka. hanya dengan seuran "baleo", suasana akan buncah, kampung kecil yang berpenduduk kira-kira seribuan orang ini akan di penuhi laki-laki yang berteriak dan berlarian menghela pledang, mengembangkan layar, mendayung, menghunus tempuling.
 
 
 
Illustration By : Effie Herdi

Letterpress Artwork printed. Crafted by hand by on a vintage Heidelberg platen press. Featuring deep printing deboss, and a grand authentic elegance. - The distillery.
 
Back to Top